Pada dasarnya, pembuatan kolam ikan hias menjadi bagian penting untuk meningkatkan estetika hunian. Sayangnya, terkadang penghuni dihadapkan pada kolam hias yang mudah bocor, sehingga tidak awet dan mudah rusak. Sebagai rekomendasi, penghuni bisa membuat kolam ikan beton yang memiliki spesifikasi tahan bocor dan awet untuk jangka panjang.

Persiapan untuk Membuat Kolam Ikan Beton
Sebenarnya, pengerjaan beton yang baik bisa membuat struktur kolam jadi lebih kuat, sehingga mampu menahan beban air secara optimal. Hal ini menjadi bagian penting, terlebih membuat kolam ikan untuk kebutuhan jangka panjang.
Berikut beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk membuat kolam beton awet, tahan bocor dan mudah dirawat.
Gunakan Campuran Beton yang Tepat
Kualitas beton sangat bergantung pada campuran pasir, semen, air dan kerikil. Oleh sebab itu, pastikan proporsi bahan sudah sesuai dengan standar guna mendapatkan rancangan konstruksi yang optimal.
Idealnya, beton untuk kolam ikan memiliki ketahanan terhadap air yang tinggi. Oleh sebab itu, penghuni bisa memberikan perlindungan ekstra dengan menambahkan aditif khusus anti bocor yang dicampurkan ke dalam beton.
Perhatikan Kedalaman dan Ukuran Kolam
Tentukan kedalaman dan ukuran kolam, kemudian pastikan ketebalan beton untuk menahan tekanan air. Kolam yang terlalu dangkal seringkali rentan mengalami kebocoran. Oleh sebab itu, pengukuran ini penting untuk meningkatkan kekuatan beton di area tertentu yang membutuhkan ketahanan lebih.
Gunakan Waterproofing dan Besi Tulangan
Aplikasikan lapisan waterproofing pada permukaan kolam ikan beton setelah selesai dicor. Lapisan ini berguna untuk menghalangi rembesan air ke dalam struktur beton.
Kemudian, pastikan besi tulangan terpasang dengan baik agar kolam beton mampu menahan tekanan. Selain itu, besi tulangan ini juga mampu mengurangi resiko retak dan menjaga kolam tetap kokoh dalam jangka panjang.
Proses Pengeringan dan Pemeliharaan Beton
Setelah dicor, biarkan beton mengering secara alami. Proses pengeringan ini tidak boleh buru-buru, sebab bisa menyebabkan kolam beton retak ataupun rapuh.
Biasanya, kolam beton membutuhkan waktu pengeringan 7 sampai 14 hari. Dalam proses pengeringan ini, jangan lupa untuk menjaga kelembapan kolam beton agar tidak terjadi keretakan.
Melansir dari kanal Youtube Oncu Farm, pengecatan kolam ikan beton bisa menggunakan No Drop. Khusus lapisan dasar cat harus diencerkan dengan air bersih sekitar 20%. Setelah kering, baru dilapisi lagi dengan No Drop tanpa pengenceran hingga ketebalannya mencapai 250 mikron. Setelah pengecatan selesai, tunggu hingga kering. Campurkan batang pisang untuk menghilangkan racun dari cat agar ikan tetap aman.
Sistem Pengairan Kolam Beton vs Tanah untuk Budidaya Ikan
Secara umum, kolam beton memiliki perawatan yang lebih mudah dan murah. Kolam juga tidak mudah rusak, terkikis ataupun berlubang. Sistem pengairan di kolam beton bisa dibuang dengan baik. Hasilnya, sirkulasi air menjadi lebih maksimal.
Sementara itu, pembuatan kolam tanah pun cukup sederhana. Sistem pengairan di kolam tanah diatur oleh alam, sehingga tidak membutuhkan kontrol khusus. Pengontrolan hanya dilakukan pada kondisi tertentu saja. Sayangnya, kolam tanah bisa saja tidak sehat karena mengandung bahan berbahaya. Akibatnya, ekosistem kolam menjadi terganggu, bahkan dinding dan dasar kolamnya pun rawan longsor serta mudah terkikis air.
Berdasarkan perbandingan tersebut, kolam ikan beton bisa jadi pilihan ideal untuk kebutuhan jangka panjang. Dengan pilihan kolam ini, struktur bangunannya lebih kuat, anti bocor dan bisa digunakan tanpa batasan waktu. Hanya saja, pengguna tetap harus melakukan perawatan secara rutin agar kolam terhindar dari berbagai resiko keretakan. /Siti



