Kolam Undergravel, Solusi Pemeliharaan Ikan yang Lebih Mudah

Posted on

Memelihara ikan dalam kolam atau akuarium adalah hobi yang menyenangkan. Namun, menjaga kualitas air agar tetap jernih dan sehat bagi ikan seringkali menjadi tantangan. Di antara berbagai sistem filtrasi yang tersedia, kolam undergravel menawarkan solusi sederhana tapi efektif.

Sistem ini bahkan telah teruji selama puluhan tahun dengan mengutamakan fungsi biologis alami untuk menciptakan lingkungan akuatik yang stabil.

kolam undergravel
pixabay.com

Cara Kerja Kolam Undergravel

Akuarium undergravel adalah sistem filtrasi yang diletakkan di dasar kolam dan ditutupi oleh substrat seperti kerikil maupun pasir. Filternya terdiri dari pelat plastik berlubang yang ditopang oleh kaki-kaki, menciptakan ruang kosong di bawahnya. Pelat ini dilengkapi dengan pipa vertikal (riser tube) yang berfungsi sebagai jalur keluarnya air.

Cara kerjanya sederhana. Pompa udara (aerator) atau powerhead dipasang pada pipa vertikal. Tujuannya menciptakan daya isap yang konsisten. Daya isap tersebut menarik air dari kolam untuk turun melewati lapisan kerikil, masuk ke dalam ruang di bawah pelat filter. Kemudian dialirkan kembali ke atas melalui pipa vertikal.

Partikel kotoran padat, seperti sisa makanan dan kotoran ikan, terjebak di sela-sela kerikil. Ini mencegah kotoran melayang di air dan membuatnya tetap jernih.

Filtrasi biologis adalah manfaat terbesar sistem ini. Sepanjang permukaan kerikil yang luas, koloni bakteri menguntungkan akan tumbuh. Bakteri-bakteri ini menjalankan siklus nitrogen dengan menguraikan amonia menjadi nitrit dan akhirnya menjadi nitrat yang tidak berbahaya.

Perbandingan Filter Undergravel (UGF) dan Rotary Drum Filter (RDF)

memilih jenis filter yang tepat sangat penting untuk menjaga kejernihan air dan kesehatan ikan. Dua jenis filter yang sering dibandingkan oleh penghobi dan pengelola kolam profesional adalah Undergravel Filter (UGF) dan Rotary Drum Filter (RDF). 

Filter undergravel lebih unggul dari segi biaya dan kemudahan penggunaan, karena harganya terjangkau, hemat listrik, serta mudah dipasang sehingga cocok untuk pemula. Sistem ini memanfaatkan pasir dan kerikil sebagai media alami untuk filtrasi mekanis dan biologis, mendukung pertumbuhan bakteri pengurai amonia dan nitrit. Namun, perawatan rutin seperti penyedotan kotoran tetap diperlukan agar tidak terjadi penyumbatan.

Sebaliknya, rotary drum filter menawarkan teknologi filtrasi yang lebih canggih dengan kemampuan menyaring partikel sangat halus hingga ukuran mikron. Dilengkapi sensor dan sistem pembersihan otomatis, RDF minim perawatan dan efisien dalam menghilangkan kotoran padat. Meskipun lebih kompleks dan mahal, sistem ini ideal untuk kolam besar dengan beban limbah tinggi, seperti kolam koi.

Memasang Akuarium Undergravel

Pastikan dasar kolam atau akuarium bersih dan kering. Letakkan pelat filter kolam undergravel secara merata di seluruh permukaan dasar. Pastikan semua bagian terpasang dengan benar dan pipa vertikal sudah terpasang.

Tutupi seluruh permukaan pelat filter dengan kerikil bersih. Disarankan untuk menggunakan kerikil dengan ukuran butiran sedang, tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar. Ketebalan idealnya adalah sekitar 5-7 cm untuk memberikan area permukaan yang luas bagi bakteri.

Pasang powerhead atau pipa aerator beserta batu gelembungnya ke pipa vertikal. Jika menggunakan aerator, sambungkan selang udara dari aerator ke batu gelembung di dalam pipa vertikal.

Isi kolam dengan air secara perlahan-lahan agar tidak mengacaukan susunan kerikil. Disarankan untuk meletakkan piring atau mangkuk di atas kerikil sebagai tempat mengguyurkan air agar tidak langsung menggerus substrat.

Setelah powerhead atau aerator dinyalakan aliran air atau gelembung udara yang keluar dari pipa vertikal, menandakan sistem kolam undergravel telah berjalan.

Kelebihan dan Kekurangan Filter Undergravel

Berdasarkan pengalaman @BlessChannels yang dibagikan di YouTube channelnya, sistem filter undergravel untuk ikan koi membantu mengurai limbah. Hal yang sekaligus menjaga kejernihan air. Hasilnya, ikan koi terlihat aktif dan sehat. Perawatan kolam undergravel juga terbilang praktis. Pemilik kolam tidak perlu membersihkan filter setiap minggu. Mengingat sistem ini telah dirancang dengan titik pengumpulan yang cukup pemilik bersihkan setahun sekali. Meski begitu, metode tersebut memang kurang cocok bagi penghobi yang memberi pakan dalam jumlah besar.

Jika perencanaannya matang dan perawatan konsisten, kolam undergravel bisa menjadi filtrasi yang andal untuk ekosistem ikan alami. Kesederhanaan desainnya justru menjadi bukti keefektifannya dalam meniru proses pemurnian air yang terjadi di alam. /Fitri